Cara Menghadapi Haters Di Media Sosial

Kamis, 26 Maret 2015
Selain online shop, ada banyak orang yang suka ngasih komentar nggak penting di akun media sosial punya orang lain. Kalau lucu sih masih mending, bisa sekalian sedikit menghibur. Lah ini, sama sekali nggak lucu dan justru terlalu kasar kalau mau disebut sebagai kritikan. Tipe komentator yang kayak gini udah masuk kategori haters.

Ada beberapa kasus dimana dua orang adu argumen di Twitter, yang akhirnya marak disebut 'tweetwar' atau 'twitwar'. Tapi yang paling parah adalah yang terjadi Rabu minggu lalu (11/2/2015). Singkat cerita, pemilik akun @panca66 dan @redinparis berdebat di Twitter soal
kebijakan Presiden Jokowi yang menetapkan mobil dari pabrikan Proton sebagai mobil nasional. Setelah twitwar, mereka janjian ketemu di Gelora Bung Karno dan akhirnya berduel.  Di video-in lagi,


 

Gile kan. Kirain mah tahun 2015 kita udah bisa naik mobil terbang ke sekolah, nggak taunya yang ada malah orang duel gara-gara debat di Twitter.

Selain memudahkan penyebaran informasi, kemudahan akses teknologi dan informasi juga bikin virus-virus kebencian lebih gampang tersebar di media sosial. Banyak yang merasa, dengan komentar di medsos dan bukan secara langsung di dunia nyata, mereka lebih aman. Mereka pikir keyboard dan komputer bisa melindungi mereka, jadi seenaknya aja jadi ‘premankeyboard’. Yang lebih parah, ada yang membuat akun khusus untuk menghujat apapun itu yang dia benci. Saya pernah beberapa kali nyasar ke blog kayak gitu. Buang-buang energi banget, nggak sih? Katanya benci, tapi nyari fotonya, terus di-posting ulang, cuma supaya bisa nambahin tulisan 'AMIT-AMIT NIH ORANG. ILANG AJA SONO KE GUATEMALA!!'

Nggak cuma orang terkenal yang punya haters. Orang biasa pun bisa punya haters. Bisa jadi karena emang orangnya belagu atau justru karena dia cantik dan tampan, jadi banyak yang benci karena merasa iri. Nah, berikut ini adalah beberapa cara menghadapi haters di media sosial.

1. Cuekin
Diam bukan berarti lemah. Diam menghadapi haters di media sosial bukan berarti kamu kalah. Dengan sikap diam kamu, kamu menunjukkan bahwa waktu kamu terlalu berharga untuk dihabiskan ngeladenin komentar negatif. Salah satu yang bikin para haters makin semangat menyerang adalah kalau mereka tahu kamu mulai terpengaruh. Jadi, tunjukkin ke mereka kalau kamu baik-baik aja. Anggap aja ini pemanasan kalau suatu saat kamu terkenal dan diomongin banyak orang.



2. Hadapi dengan kepala dingin
Misalnya ada yang mencaci-maki kamu setelah berdebat soal Geometri di Twitter. Bukannya balas dengan logis, dia malah bikin kesel dengan bilang "Ah susah deh ngomong sama orang item, keriting kayak lo!" Wajar kalau kamu merasa marah. Tapi, semarah apapun, jangan langsung dibalas. Biasanya kalau lagi marah, kamu jadi nggak bisa berpikir jernih. Bisa-bisa kamu mengeluarkan kata-kata yang nantinya kamu sesali. Cari jalan untuk ngeluarin emosi kamu, misalnya dengan curhat ke teman atau nulis. Lebih bagus lagi kalau kamu bisa ngetawain aja kata-kata negatif yang orang bilang itu.

“Liat deh, gue dibilang jelek sama orang ini. Padahal mah gue udah tau dari dulu! HAHAHA!”

Tujuannya supaya kata-kata itu nggak terlalu mempengaruhi kamu. Kalau terlalu terpengaruh takutnya kamu malah jadi stres dan nggak PD sama diri sendiri. Kalau kamu ngerasa kayak gitu, berarti para haters berhasil menguasai kamu.


3. Block!
Awalnya mungkin kamu masih mau menanggapi komentar-komentar nggak penting, berusaha meluruskan pandangan si hater ini. Tapi lama-lama kan sebel juga. Nah, daripada ribet, langsung block aja. Kalau dia bikin akun lagi dan masih aja meneror kamu dengan pesan-pesannya, block juga! Kecuali kalau terornya mulai mengancam keselamatan kamu, ya.

Misalnya, dari yang awalnya mencaci-maki, dia mulai mengancam bakal mendatangi kamu, terus ngaku kalau dia tahu tempat tinggal kamu. Kalau makin parah gini, ada baiknya kamu simpen bukti buat jaga-jaga. Misalnya dia ngirim email berisi ancaman. Kamu simpan, kalau perlu print emailnya. Dan yang paling penting, kamu harus kasih tau orang dewasa, entah itu orang tua atau guru.



4. Tetap berpikir positif
Orang yang suka komentar negatif kemungkinan besar emang punya banyak hal negatif dalam dirinya. Sebenarnya kalau mau diperhatiin, hidup mereka itu rada kasian. Tapi namanya hatersdi media sosial, kenal secara pribadi juga nggak kan. Nah, kalau kamu udah melakukan langkah 1 – 3, sekarang lakukan langkah yang paling penting ini.

Anggap aja komentar itu sebagai pemacu kamu untuk makin sukses. Banyak haters di Twitter dan Instagram, walaupun udah berusaha dicuekin dan di-block? Ya udah, jangan sering-sering online. Mendingan belajar. Ngeliat kamu makin sukses, haters kamu pasti jadi makin sebel. Pertama, karena kamu nggak ngerespon. Kedua, selain benci sama kamu, dia juga pasti iri sama kesuksesan kamu. Ya udah, itu derita dia. Biarin aja.


Inget ya, gaes, jangan sampai terpengaruh. Inget aja; haters gonna hate, hate, hate, hate...Emang kerjaannya mereka gitu. If you don’t have haters, it means you do nothing.


sumber: http://www.nyunyu.com/main-article/detail/cara-menghadapi-haters-di-media-sosial#.VRSl7PmsWHQ


Tidak ada komentar:

Posting Komentar