Selain online
shop, ada banyak orang yang suka ngasih komentar nggak penting di
akun media sosial punya orang lain. Kalau lucu sih masih mending, bisa sekalian
sedikit menghibur. Lah ini, sama sekali nggak lucu dan justru terlalu kasar
kalau mau disebut sebagai kritikan. Tipe komentator yang kayak gini udah masuk
kategori haters.
Ada beberapa kasus
dimana dua orang adu argumen di Twitter, yang akhirnya marak disebut 'tweetwar'
atau 'twitwar'. Tapi yang paling parah adalah yang terjadi Rabu minggu lalu (11/2/2015).
Singkat cerita, pemilik akun @panca66 dan @redinparis berdebat di Twitter soal
kebijakan Presiden Jokowi yang menetapkan mobil dari pabrikan Proton sebagai mobil nasional. Setelah twitwar, mereka janjian ketemu di Gelora Bung Karno dan akhirnya berduel. Di video-in lagi,
kebijakan Presiden Jokowi yang menetapkan mobil dari pabrikan Proton sebagai mobil nasional. Setelah twitwar, mereka janjian ketemu di Gelora Bung Karno dan akhirnya berduel. Di video-in lagi,
Gile kan. Kirain
mah tahun 2015 kita udah bisa naik mobil terbang ke sekolah, nggak taunya yang
ada malah orang duel gara-gara debat di Twitter.
Selain memudahkan
penyebaran informasi, kemudahan akses teknologi dan informasi juga bikin
virus-virus kebencian lebih gampang tersebar di media sosial. Banyak yang
merasa, dengan komentar di medsos dan bukan secara langsung di dunia nyata,
mereka lebih aman. Mereka pikir keyboard dan komputer bisa melindungi mereka,
jadi seenaknya aja jadi ‘premankeyboard’.
Yang lebih parah, ada yang membuat akun khusus untuk menghujat apapun itu yang
dia benci. Saya pernah beberapa kali nyasar ke blog kayak gitu. Buang-buang
energi banget, nggak sih? Katanya benci, tapi nyari fotonya, terus di-posting
ulang, cuma supaya bisa nambahin tulisan 'AMIT-AMIT NIH ORANG. ILANG AJA SONO
KE GUATEMALA!!'
Nggak cuma orang
terkenal yang punya haters. Orang biasa pun bisa punya haters.
Bisa jadi karena emang orangnya belagu atau justru karena dia cantik dan
tampan, jadi banyak yang benci karena merasa iri. Nah, berikut ini adalah
beberapa cara menghadapi haters di media sosial.
1. Cuekin
Diam bukan berarti lemah. Diam menghadapi haters di media sosial bukan berarti kamu
kalah. Dengan sikap diam kamu, kamu menunjukkan bahwa waktu kamu terlalu
berharga untuk dihabiskan ngeladenin komentar negatif. Salah satu yang bikin
para haters makin semangat menyerang adalah kalau mereka tahu kamu mulai
terpengaruh. Jadi, tunjukkin ke mereka kalau kamu baik-baik aja. Anggap aja ini
pemanasan kalau suatu saat kamu terkenal dan diomongin banyak orang.
2. Hadapi dengan kepala dingin
Misalnya ada yang mencaci-maki kamu setelah berdebat soal
Geometri di Twitter. Bukannya balas dengan logis, dia malah bikin kesel dengan
bilang "Ah susah deh ngomong sama orang item, keriting kayak lo!"
Wajar kalau kamu merasa marah. Tapi, semarah apapun, jangan langsung dibalas.
Biasanya kalau lagi marah, kamu jadi nggak bisa berpikir jernih. Bisa-bisa kamu
mengeluarkan kata-kata yang nantinya kamu sesali. Cari jalan untuk ngeluarin
emosi kamu, misalnya dengan curhat ke teman atau nulis. Lebih bagus lagi kalau
kamu bisa ngetawain aja kata-kata negatif yang orang bilang itu.
“Liat deh, gue dibilang jelek sama orang ini. Padahal mah gue
udah tau dari dulu! HAHAHA!”
Tujuannya supaya kata-kata itu nggak terlalu mempengaruhi kamu.
Kalau terlalu terpengaruh takutnya kamu malah jadi stres dan nggak PD sama diri
sendiri. Kalau kamu ngerasa kayak gitu, berarti para haters berhasil menguasai
kamu.
3. Block!
Awalnya mungkin kamu masih mau menanggapi komentar-komentar
nggak penting, berusaha meluruskan pandangan si hater ini. Tapi lama-lama kan
sebel juga. Nah, daripada ribet, langsung block aja.
Kalau dia bikin akun lagi dan masih aja meneror kamu dengan pesan-pesannya, block juga! Kecuali kalau terornya mulai
mengancam keselamatan kamu, ya.
Misalnya, dari yang awalnya mencaci-maki, dia mulai mengancam
bakal mendatangi kamu, terus ngaku kalau dia tahu tempat tinggal kamu. Kalau
makin parah gini, ada baiknya kamu simpen bukti buat jaga-jaga. Misalnya dia
ngirim email berisi ancaman. Kamu simpan, kalau perlu print emailnya. Dan yang
paling penting, kamu harus kasih tau orang dewasa, entah itu orang tua atau
guru.
4. Tetap berpikir positif
Orang yang suka komentar negatif kemungkinan besar emang punya
banyak hal negatif dalam dirinya. Sebenarnya kalau mau diperhatiin, hidup
mereka itu rada kasian. Tapi namanya hatersdi media sosial, kenal secara
pribadi juga nggak kan. Nah, kalau kamu udah melakukan langkah 1 – 3, sekarang
lakukan langkah yang paling penting ini.
Anggap aja komentar itu sebagai pemacu kamu untuk makin sukses.
Banyak haters di Twitter dan Instagram, walaupun
udah berusaha dicuekin dan di-block?
Ya udah, jangan sering-sering online. Mendingan belajar. Ngeliat kamu makin
sukses, haters kamu pasti jadi makin sebel. Pertama,
karena kamu nggak ngerespon. Kedua, selain benci sama kamu, dia juga pasti iri
sama kesuksesan kamu. Ya udah, itu derita dia. Biarin aja.
Inget ya, gaes, jangan sampai terpengaruh. Inget aja; haters gonna hate, hate, hate, hate...Emang kerjaannya mereka gitu. If you don’t have haters, it means you do nothing.
sumber: http://www.nyunyu.com/main-article/detail/cara-menghadapi-haters-di-media-sosial#.VRSl7PmsWHQ

.gif)
.gif)
.gif)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar